Beranda Bengkulu Bengkulu Didorong Jadi Lumbung Bioindustri, Pemprov usulkan Pulau Baai, Tol, hingga Rel Kereta
Bengkulu

Bengkulu Didorong Jadi Lumbung Bioindustri, Pemprov usulkan Pulau Baai, Tol, hingga Rel Kereta

BENGKULU- Pemerintah pusat mulai mengunci arah baru pembangunan Provinsi Bengkulu: bukan lagi sekadar daerah penghasil bahan mentah, tetapi dipaksa naik kelas menjadi basis bioindustri dan ekonomi hijau. Dalam rapat koordinasi di Kantor Gubernur, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menegaskan Bengkulu harus keluar dari jebakan ekonomi primer yang selama ini minim nilai tambah.

Hilirisasi komoditas unggulan sawit, karet, dan kopi didorong tanpa kompromi. Skema lama yang hanya mengandalkan ekspor bahan mentah dinilai tak lagi relevan. Integrasi hulu–hilir dan kemitraan petani menjadi kunci, seiring tuntutan global terhadap ekonomi hijau dan ketahanan pangan.

Di sisi lain, Pemprov Bengkulu tak tinggal diam. Sejumlah proyek strategis langsung dilempar ke pusat: kawasan industri Pulau Baai diproyeksikan menjadi episentrum pertumbuhan baru. Konektivitas pun digenjot melalui lanjutan tol Bengkulu–Lubuklinggau dan, yang tak kalah ambisius pembangunan jalur perkeretaapian yang selama ini mandek dalam wacana.

Wakil Gubernur Mian mengakui, kekayaan sumber daya Bengkulu selama ini belum diimbangi infrastruktur memadai. Padahal, data menunjukkan potensi besar; jutaan ton sawit, ratusan ribu ton karet dan kopi, hingga cadangan batu bara dan energi panas bumi. Tanpa hilirisasi dan konektivitas, potensi itu hanya menjadi angka tanpa dampak signifikan bagi kesejahteraan.

Pemerintah juga menargetkan lompatan di sektor pangan dan air, dari peningkatan produktivitas hingga modernisasi alat pertanian. Kawasan strategis pun dipetakan: Mukomuko hingga Seluma untuk swasembada pangan, Bukit Barisan untuk energi dan air, serta Pulau Enggano sebagai wilayah afirmasi terdepan.

Namun pesan pusat jelas: potensi besar tanpa eksekusi konkret hanya akan menjadi retorika. Tanpa percepatan infrastruktur tol, pelabuhan, hingga rel kereta ambisi menjadikan Bengkulu sebagai pusat bioindustri hijau berisiko kembali tersandera klasiknya persoalan konektivitas dan tata kelola.

Penulis: Ynt

Editor: Admin

Sebelumnya

Polres Kepahiang Salurkan Bantuan Sosial kepada Korban Tersengat Listrik di Bermani Ilir

Selanjutnya

Tokoh Masyarakat Papua Dukung Satgas Damai Cartenz Jaga Kamtibmas

admin
Penulis

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detak Nusantara News
Alaku
Alaku