Beranda Bengkulu Dedy Mulyadi Soroti PAD Parkir Bengkulu, Minta Data Dibuka Transparan
Bengkulu

Dedy Mulyadi Soroti PAD Parkir Bengkulu, Minta Data Dibuka Transparan

Koordinator Lapangan Aliansi SPSB Dedy Mulyadi menyampaikan penjelasan terkait sorotan pengelolaan parkir dan PAD Kota Bengkulu.

BENGKULU — Pengelolaan parkir dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bengkulu menjadi sorotan Aliansi Serikat Pekerja Serikat Buruh (SPSB). Aliansi meminta Pemerintah Kota Bengkulu membuka data penerimaan PAD dari sektor parkir secara transparan.

Koordinator Lapangan Aksi Aliansi SPSB 10 September 2026, Dedy Mulyadi, mengatakan pihaknya mempertanyakan penurunan PAD parkir di tengah meningkatnya aktivitas kendaraan dan titik parkir di Kota Bengkulu.

Menurut Dedy, PAD sektor parkir yang sebelumnya disebut berada di kisaran Rp4 miliar hingga Rp6 miliar per tahun, kini berdasarkan data yang diketahuinya berada di sekitar Rp1 miliar hingga Rp2 miliar.

“Kalau titik parkir semakin banyak dan kendaraan semakin ramai, kenapa PAD justru menurun? Ini yang kami pertanyakan,” ujar Dedy saat memberikan klarifikasi terkait aksi Aliansi SPSB di depan Kantor Wali Kota Bengkulu, Selasa (15/9/2026).

Dedy menegaskan, kritik tersebut bukan bentuk intimidasi terhadap Pemerintah Kota Bengkulu maupun pelaku usaha. Aliansi SPSB, kata dia, hanya ingin memastikan pengelolaan parkir berjalan sesuai regulasi dan memberikan kontribusi optimal terhadap daerah.

Untuk itu, Aliansi SPSB meminta Bapenda Kota Bengkulu membuka data terkait jumlah titik parkir, pembagian zona, jumlah juru parkir hingga besaran setoran yang masuk ke kas daerah.

“Data terkait titik parkir, zona, jumlah juru parkir dan setorannya harus transparan,” tegasnya.

Selain PAD, Aliansi SPSB juga menyoroti penerapan aturan parkir di kawasan usaha, termasuk gerai Alfamart dan Indomaret. Dedy meminta pemerintah menerapkan regulasi secara adil dan tidak membedakan pelaku usaha.

Ia menilai, pengelolaan parkir harus memiliki tolok ukur yang jelas, termasuk dalam menentukan kewajiban pembayaran atau kontribusi dari pelaku usaha.

Aliansi SPSB berharap keterbukaan data dapat menjawab berbagai pertanyaan mengenai pengelolaan parkir sekaligus memastikan potensi PAD Kota Bengkulu dapat digarap secara optimal dan transparan.

Penulis: Ynt

Sebelumnya

Aliansi SPSB Dorong Parkir Alfamart Dikelola Resmi, Bidik PAD Kota Bengkulu

Selanjutnya

Acep Soroti Dugaan Dana Hibah Bengkulu, Kritik Boleh tapi Jangan Jadikan Dugaan sebagai Fakta

admin
Penulis

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detak Nusantara News
Alaku
Alaku