BAZNAS Bengkulu dan BI Perkuat Zakat Produktif, Dorong Ekonomi Masyarakat dan UMKM Naik Kelas
BENGKULU – 24 SEPTEMBER 2026, BAZNAS Provinsi Bengkulu dan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu memperkuat kolaborasi dalam mengoptimalkan pemanfaatan Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (Ziswaf) sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.
Penguatan sinergi tersebut dibahas dalam audiensi BAZNAS Provinsi Bengkulu ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bengkulu, Kamis (24/9/2026). Pertemuan dihadiri Ketua BAZNAS Provinsi Bengkulu H. Yulkamra, S.Pd.I., M.Pd. bersama jajaran pimpinan BAZNAS.
Rombongan BAZNAS disambut Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bengkulu Muhammad Irfan Octama, bersama jajaran Fungsi Pelaksanaan Pengembangan UMKM, Keuangan Inklusif, dan Syariah (FPPUKIS).
Dalam pertemuan tersebut, kedua lembaga membahas peluang kolaborasi untuk mengembangkan program Ziswaf produktif yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas ekonomi dan kemandirian penerima manfaat.
Ketua BAZNAS Provinsi Bengkulu, H. Yulkamra, menekankan pentingnya sinergi antarlembaga agar potensi dana Ziswaf dapat dikelola secara optimal dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Kolaborasi dengan Bank Indonesia juga diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi, termasuk pengembangan UMKM dan peningkatan kapasitas masyarakat. Dengan pendekatan produktif dan berkelanjutan, program Ziswaf diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat Bengkulu.
Sinergi BAZNAS dan Bank Indonesia ini sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam membangun ekonomi umat yang inklusif, mandiri, dan berkelanjutan melalui optimalisasi Ziswaf.
Penulis: Ynt/rls








