BEI Catat Transaksi Efek Bengkulu Rp382,9 Miliar hingga Juni 2025
BENGKULU – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat nilai transaksi perdagangan efek di Provinsi Bengkulu hingga Juni 2025 mencapai Rp382,9 miliar. Angka tersebut melonjak hampir dua kali lipat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang tercatat Rp156 miliar.
Kepala Kantor BEI Perwakilan Bengkulu, Marina Rasyada, menyebutkan peningkatan tersebut turut diiringi pertumbuhan jumlah investor pasar modal atau Single Investor Identification (SID) di Bengkulu yang kini mencapai 76.366 orang.
“Nilai transaksi paling banyak berasal dari Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Utara. Produk yang paling diminati adalah saham, reksadana, dan obligasi,” kata Marina di Kota Bengkulu, Kamis (21/8/25)
Ia menjelaskan, dominasi investor di Bengkulu berasal dari kalangan usia di bawah 30 tahun. Menurutnya, digitalisasi layanan pasar modal menjadi faktor utama yang membuat generasi milenial dan gen Z lebih mudah mengakses investasi.
Marina menambahkan, kenaikan transaksi efek di Bengkulu juga dipicu oleh meningkatnya literasi keuangan masyarakat, terutama generasi muda, dalam mengelola keuangan dan investasi.
“Selain itu, pergerakan positif Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuat investor semakin percaya untuk menempatkan modalnya ke instrumen pasar modal,” ujarnya.(Ynt)












