Inklusi Keuangan Jadi Penggerak UMKM, OJK Bengkulu Ajak Masyarakat Melek Finansial
BENGKULU – Komitmen memperkuat literasi dan inklusi keuangan di Provinsi Bengkulu kembali ditegaskan melalui peringatan Puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025 yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bengkulu, Rabu (15/10/2025) pagi.
Kegiatan yang berlangsung di kantor OJK Bengkulu itu dihadiri sejumlah pelaku industri jasa keuangan seperti Bank Mandiri, Bank Syariah Indonesia (BSI), dan Bank Muamalat, serta perwakilan organisasi UMKM dari berbagai daerah.

Dalam sambutannya, Flora apriani Kasubak, selaku perwakilan OJK Bengkulu menyampaikan apresiasi atas konsistensi OJK dalam memperluas akses keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Inisiatif ini bukan hanya soal membuka layanan keuangan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat agar mampu mengelola pendapatan dengan bijak. Inklusi keuangan harus menjadi pintu menuju kesejahteraan,” ujarnya.
Flora apriani Kasubak, menambahkan, literasi keuangan yang baik akan berdampak langsung pada penguatan UMKM, perencanaan keuangan rumah tangga, hingga perlindungan masyarakat dari praktik keuangan ilegal.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi yang lebih erat antara lembaga keuangan, pelaku usaha, dan pemerintah daerah untuk menjangkau masyarakat hingga tingkat desa.
“Program inklusi keuangan tidak boleh berhenti di sosialisasi. Harus ada aksi nyata yang benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Melalui kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, OJK, dan pelaku usaha, Bengkulu diharapkan mampu menjadi daerah yang inklusif secara ekonomi, tangguh secara finansial, dan sejahtera secara sosial.(Ynt)











