Napak Tilas Sejarah, Puti Guntur Soekarno Ziarah ke Rumah Bung Karno
BENGKULU — Anggota Komisi X DPR RI, Puti Pramathana Puspa Seruni Paundrianagari Guntur Soekarnoputri atau Puti Guntur Soekarno, melakukan kunjungan ke sejumlah situs bersejarah di Kota Bengkulu, Rabu (30/9/2026).
Cucu Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno tersebut mengisi kunjungannya dengan napak tilas sejarah ke Rumah Pengasingan Bung Karno dan Rumah Fatmawati, dua situs yang memiliki hubungan erat dengan perjalanan sejarah keluarga Soekarno di Bengkulu.
Puti Guntur Soekarno terlebih dahulu mengunjungi Rumah Pengasingan Bung Karno. Di lokasi tersebut, ia mengenang perjalanan Bung Karno selama menjalani masa pengasingan di Bengkulu.
Rumah yang berada di Kota Bengkulu itu menjadi salah satu saksi perjalanan hidup dan perjuangan Bung Karno sebelum Indonesia meraih kemerdekaan. Kunjungan Puti menjadi momentum untuk kembali mengingat sejarah perjuangan tokoh proklamator tersebut.

Selanjutnya, Puti menyambangi Rumah Fatmawati. Situs ini memiliki nilai sejarah dan emosional bagi Puti karena Fatmawati Soekarno merupakan neneknya sekaligus sosok penting dalam perjalanan sejarah Indonesia.
Bengkulu memiliki tempat khusus dalam sejarah keluarga Soekarno. Selain menjadi lokasi pengasingan Bung Karno, Bengkulu juga menjadi tempat kelahiran Fatmawati yang kemudian dikenal sebagai Ibu Negara pertama Republik Indonesia.
Napak tilas Puti Guntur Soekarno di dua situs bersejarah tersebut sekaligus memperlihatkan keterkaitan erat antara sejarah Bengkulu dengan perjalanan keluarga Soekarno dan sejarah perjuangan bangsa Indonesia.
Keberadaan Rumah Pengasingan Bung Karno dan Rumah Fatmawati hingga kini menjadi bagian penting dari warisan sejarah Bengkulu. Kedua situs tersebut menyimpan jejak perjalanan tokoh-tokoh penting bangsa yang perlu terus dijaga dan diperkenalkan kepada generasi muda.
Melalui kunjungan tersebut, sejarah Bung Karno dan Fatmawati di Bengkulu kembali mendapat perhatian, sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga situs bersejarah sebagai bagian dari warisan sejarah Indonesia.
Penulis: Ynt










