Paket Seragam MAN 1 Bengkulu Rp3,8 Juta Dikeluhkan, Sekolah Bantah Ada Kewajiban
BENGKULU – Keluhan mengenai paket seragam siswa baru di MAN 1 Bengkulu senilai Rp3,6 juta hingga Rp3,8 juta menjadi sorotan menjelang tahun ajaran baru. Sejumlah wali murid mengaku keberatan karena nilai paket dinilai cukup tinggi dan berpotensi membebani kondisi ekonomi keluarga.
Orang tua siswa berharap pembelian perlengkapan sekolah dapat dilakukan sesuai kebutuhan. Mereka menilai sejumlah item, seperti seragam, sepatu, dan perlengkapan lainnya, masih dapat digunakan dari kakak atau kerabat sehingga tidak perlu membeli paket secara lengkap.
Berdasarkan informasi yang beredar, paket perlengkapan siswa laki-laki ditawarkan seharga Rp3,6 juta, sedangkan paket siswi mencapai Rp3,8 juta. Paket tersebut meliputi beberapa set seragam, hijab, sepatu, kaus kaki, hingga ikat pinggang.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala MAN 1 Bengkulu, Hendri Kuswiran, menegaskan pihak sekolah tidak pernah mewajibkan siswa baru membeli paket seragam di tempat tertentu.
“Kami tidak mewajibkan siswa baru membeli di satu tempat. Siswa bebas membeli seragam sekolah di mana saja. Jika memiliki seragam yang masih layak pakai dari saudara atau kerabat, juga boleh digunakan,” tegas Hendri.
Ia juga menjelaskan, bagi keluarga kurang mampu, sekolah membuka akses bantuan melalui BAZNAS dengan melampirkan surat keterangan tidak mampu.
Pernyataan tersebut sekaligus membantah anggapan adanya kewajiban maupun penggiringan pembelian paket seragam tertentu bagi siswa baru di MAN 1 Bengkulu. Sekolah menegaskan orang tua tetap memiliki kebebasan menentukan tempat pembelian perlengkapan sesuai kemampuan dan kebutuhan masing-masing.
Penulis: Ynt












