Pemkot Bengkulu Perkuat Perlindungan Pekerja Rentan, Capaian UCJ Tertinggi di Provinsi
BENGKULU – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan perlindungan bagi pekerja rentan melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bengkulu, Sutapa, saat mengikuti kegiatan asistensi dan monitoring evaluasi (monev) percepatan capaian Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (UCJ) tahun 2026 secara daring, Jumat (24/4/2026), bersama OPD dan stakeholder terkait.
Kegiatan yang diinisiasi Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri tersebut bertujuan memantau progres sekaligus memberikan dukungan teknis kepada pemerintah daerah dalam memperluas cakupan perlindungan tenaga kerja.
Dalam paparannya, Sutapa menjelaskan bahwa Pemkot Bengkulu telah mengambil langkah nyata melalui penganggaran APBD untuk melindungi pekerja rentan.

“Pelaksanaan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan di Kota Bengkulu telah berjalan. Untuk periode Desember 2025 hingga Mei 2026, anggaran sebesar Rp174.042.000 telah terealisasi melalui APBD Perubahan 2025,” ujarnya.
Anggaran tersebut mencakup perlindungan bagi 2.200 pekerja rentan, terdiri dari 1.516 nelayan binaan Dinas Perikanan serta 684 tenaga keagamaan di bawah koordinasi Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra).
Pemkot Bengkulu memastikan dukungan anggaran akan terus berlanjut dan ditingkatkan pada sisa tahun 2026 guna memperluas jangkauan perlindungan sosial bagi masyarakat pekerja rentan.
Untuk periode Juni hingga Desember 2026, Pemkot Bengkulu kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp349.948.800 melalui APBD murni. Saat ini, proses penyaluran masih menunggu verifikasi data terbaru dari Dinas Perikanan dan Bagian Kesra agar tepat sasaran.
Atas komitmen tersebut, Kota Bengkulu mendapat apresiasi dalam forum nasional. Berdasarkan data terbaru, capaian UCJ Kota Bengkulu telah mencapai 33,16 persen dengan total 54.236 pekerja yang telah terdaftar.
Capaian ini menempatkan Kota Bengkulu sebagai daerah dengan tingkat UCJ tertinggi di Provinsi Bengkulu, sekaligus mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam memperluas perlindungan sosial ketenagakerjaan.
Perwakilan pusat dalam forum koordinasi tersebut menyampaikan bahwa sebagai ibu kota provinsi, Kota Bengkulu dinilai berhasil menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap program jaminan sosial ketenagakerjaan.
Melalui sinergi yang kuat antara organisasi perangkat daerah (OPD) dan BPJS Ketenagakerjaan, Pemkot Bengkulu optimistis dapat terus mempercepat perlindungan menyeluruh bagi pekerja sektor formal maupun informal.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan, memberikan rasa aman dalam bekerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Penulis: Ynt









