Penguatan Koordinasi Lintas Instansi untuk Meningkatkan Kepatuhan Regulasi Keamanan Penerbangan di Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu
BENGKULU – Rabu, 17 Desember 2025, pukul 08.30 WIB hingga 12.30 WIB, bertempat di Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, Kelurahan Pekan Sabtu, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu, telah dilaksanakan kegiatan “Penguatan Koordinasi untuk Meningkatkan Kepatuhan terhadap Regulasi Keamanan Penerbangan”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pengelola Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, dengan jumlah peserta sekitar ±45 orang yang berasal dari berbagai instansi dan pemangku kepentingan terkait.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dan koordinasi antar pihak dalam rangka meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi keamanan penerbangan. Seiring dengan dinamika perkembangan standar keamanan penerbangan internasional serta perubahan regulasi nasional, diperlukan pemahaman yang seragam dan koordinasi yang terpadu agar pelaksanaan keamanan penerbangan di wilayah Bengkulu dapat berjalan secara optimal, aman, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Acara diawali dengan proses registrasi peserta, dilanjutkan dengan sambutan pembuka oleh Kepala Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, yang menegaskan bahwa kepatuhan terhadap regulasi keamanan penerbangan merupakan prioritas utama dalam menjaga keselamatan penumpang, awak pesawat, serta infrastruktur penerbangan. Dalam sambutannya disampaikan pula pentingnya komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan untuk menerapkan standar keamanan secara konsisten dan berkelanjutan.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan paparan materi regulasi keamanan penerbangan terkini yang disampaikan oleh narasumber dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Materi yang disampaikan meliputi perubahan ketentuan pemeriksaan keamanan penumpang dan kargo, standar baru keamanan sistem informasi penerbangan, serta persyaratan pelatihan dan sertifikasi bagi petugas keamanan penerbangan. Paparan juga dilengkapi dengan contoh penerapan regulasi di bandara lain serta gambaran dampak positif dari tingkat kepatuhan yang tinggi terhadap regulasi.
Pada sesi berikutnya, peserta dibagi ke dalam tiga kelompok diskusi untuk membahas berbagai tantangan yang dihadapi dalam implementasi regulasi keamanan penerbangan. Hasil diskusi mengidentifikasi sejumlah permasalahan utama, antara lain keterbatasan jumlah petugas keamanan yang telah tersertifikasi, perlunya pembaruan alat pemeriksaan keamanan yang sudah tidak memadai, serta belum optimalnya sistem terpadu untuk berbagi data dan informasi antar instansi terkait.
Hasil diskusi kelompok kemudian dipresentasikan dan ditanggapi oleh seluruh peserta. Dari sesi ini, dirumuskan beberapa usulan solusi, antara lain penyelenggaraan pelatihan dan sertifikasi bersama, pengajuan anggaran pembaruan peralatan keamanan bandara, serta perumusan kerja sama lintas instansi dalam pengembangan sistem informasi berbagi data terpadu.
Sebagai penutup, kegiatan menghasilkan rencana tindak lanjut bersama, yang meliputi pembentukan tim kerja khusus koordinasi keamanan penerbangan wilayah Bengkulu, penjadwalan pelatihan bersama pada Januari 2026, pengajuan proposal pembaruan infrastruktur keamanan dalam waktu dua minggu, serta pembentukan panitia kerja untuk perancangan sistem informasi terpadu. Kegiatan ditutup dengan harapan bahwa seluruh kesepakatan yang telah dirumuskan dapat diimplementasikan secara konsisten dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan keamanan serta kepatuhan regulasi penerbangan di Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu.(Ynt)









