Pertalite Dikeluhkan Bikin Kendaraan Mogok, Pemprov Bengkulu dan Pertamina Turun Cek SPBU
BENGKULU — Keluhan masyarakat terkait kendaraan yang mengalami mogok setelah mengisi BBM jenis Pertalite di sejumlah SPBU di Kota Bengkulu mendapat perhatian Pemerintah Provinsi Bengkulu.
Pemprov Bengkulu melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Diskominfotik Provinsi Bengkulu dan Pertamina melakukan pengecekan langsung ke SPBU KM 6,5 Kota Bengkulu, Minggu (4/10).
Pengecekan dilakukan untuk memastikan kualitas Pertalite yang dijual kepada masyarakat sekaligus menelusuri penyebab kendaraan mengalami gangguan setelah pengisian BBM.
Kepala Dinas ESDM Provinsi Bengkulu, Rico Yulyana, mengatakan SPBU KM 6,5 menjadi salah satu lokasi yang diperiksa karena memiliki tingkat konsumsi Pertalite yang cukup tinggi.
Menurut Rico, pemerintah merespons keluhan masyarakat yang ramai disampaikan melalui media sosial, terutama terkait kendaraan yang disebut mogok setelah mengisi Pertalite dan harus menguras tangki BBM.
“Kita cek di sini karena konsumen Pertalite tertinggi. Beredar di media sosial banyak masyarakat mengeluhkan kendaraannya mogok dan harus menguras tangki minyak. Jadi kita cek untuk melihat dan mencari solusi bersama,” ujar Rico.
Ia menambahkan, pemeriksaan dilakukan untuk memperoleh gambaran kondisi BBM di lapangan sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan dan kualitas BBM sesuai ketentuan.
Sementara itu, Sales Area Manager Pertamina Bengkulu, Mochammad Farid Akbar, mengatakan Pertamina telah mengambil sejumlah sampel BBM dari beberapa SPBU di Bengkulu.
Sampel tersebut selanjutnya diperiksa untuk mengetahui kondisi dan memastikan penyebab munculnya keluhan kendaraan mogok setelah mengisi Pertalite.
“Kami sudah mengambil sampel dari beberapa SPBU. Ini untuk mengetahui titik terang dari permasalahan yang terjadi,” jelas Farid.
Pertamina juga meminta masyarakat yang mengalami kejadian serupa segera menyampaikan laporan agar dapat dilakukan penelusuran lebih lanjut.
Pengaduan dapat disampaikan langsung ke SPBU tempat terakhir melakukan pengisian BBM atau melalui Pertamina Call Center 135.
Farid menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir jika tidak memiliki struk pembelian saat menyampaikan laporan. Konsumen cukup memberikan informasi mengenai waktu dan lokasi pengisian BBM.
“Cukup datang ke SPBU dan menyampaikan kira-kira pukul berapa melakukan pengisian. Nanti pihak SPBU akan melakukan pengecekan,” terangnya.
Pemprov Bengkulu dan Pertamina memastikan pemeriksaan serta pengambilan sampel BBM di sejumlah SPBU akan terus dilakukan. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian kepada masyarakat terkait penyebab kendaraan mogok setelah mengisi Pertalite.
Penulis: Ynt/rls










