Festival Botoi-Botoi 2026 Siap Digelar, di Kawasan Kota Tuo
BENGKULU – Pemerintah Kota Bengkulu terus mematangkan persiapan pelaksanaan Festival Botoi-Botoi Tahun 2026 yang akan digelar di kawasan Kota Tuo, Kelurahan Pasar Bengkulu, pada Minggu, 8 Februari 2026, mulai pukul 07.00 WIB.
Hal tersebut mengemuka dalam rapat final persiapan Festival Botoi-Botoi yang dipimpin oleh Staf Ahli Wali Kota Bengkulu Dewi Dharma bersama Staf Ahli Wali Kota Eddy Apriyanto, serta dihadiri jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi terkait.
Rapat turut dihadiri Plt Asisten I Sahat Marulitua Situmorang, Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Bengkulu Nina Nurdin selaku leading sector penyelenggara, sejumlah kepala OPD, serta perwakilan instansi vertikal.
Hadir pula Kepala Basarnas Bengkulu Muslikun, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, perwakilan Dinas Pemadam Kebakaran, Kapolsek Muara Bangkahulu, Sekretaris Dinas Kominfo Kota Bengkulu Afri Chandriyani, perwakilan Dinas Perhubungan, serta perwakilan Kecamatan Teluk Segara.
Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Bengkulu Nina Nurdin menyampaikan bahwa secara umum persiapan pelaksanaan Festival Botoi-Botoi telah mencapai 80 persen. Namun demikian, ia menegaskan bahwa kesuksesan event yang masuk dalam Kalender Pariwisata Kota Bengkulu Tahun 2026 ini membutuhkan kolaborasi seluruh OPD.
“Persiapan sudah hampir rampung. Untuk menyukseskan event tahunan ini, diperlukan kerja sama dan kolaborasi seluruh OPD,” ujar Nina.

Ia menjelaskan, Festival Botoi-Botoi akan diisi dengan beragam kegiatan menarik dan bernuansa budaya lokal, antara lain tarik pukek, tari kolosal, lomba memasak ikan, lomba menghias perahu, lomba mewarnai anak-anak TK, serta bazar UMKM.
Staf Ahli Wali Kota Bengkulu Dewi Dharma juga mengajak seluruh insan pers untuk ikut berperan aktif dalam mempromosikan Festival Botoi-Botoi melalui pemberitaan di media massa.
“Masing-masing OPD juga kami minta untuk mempromosikan kegiatan ini kepada mitra kerjanya. Misalnya Dinas Kominfo dapat mengajak Kominfo kabupaten/kota sekitar untuk ikut meramaikan,” kata Dewi.
Sementara itu, Plt Asisten I yang juga menjabat Kasat Pol PP Kota Bengkulu Sahat Marulitua Situmorang menyampaikan bahwa pihaknya akan menyiagakan 100 personel Satpol PP guna mendukung keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan festival.
“Dalam skenario awal hanya 20 personel, namun kami tingkatkan menjadi 100 personel yang bertugas dari pagi, siang hingga malam,” jelas Sahat.
Mengingat lokasi kegiatan berada di kawasan pesisir pantai, Pemerintah Kota Bengkulu juga secara khusus melibatkan Basarnas Bengkulu untuk mendukung mitigasi dan kesiapsiagaan bencana.
Kepala Basarnas Bengkulu Muslikun menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Festival Botoi-Botoi.
“Festival ini mengangkat kearifan lokal dan sangat positif. Kami dari Basarnas mendukung penuh program Pemerintah Kota Bengkulu dan akan menyiagakan personel serta peralatan di lokasi kegiatan,” ujarnya.
Sementara itu, Dinas Pendidikan Kota Bengkulu menyampaikan bahwa sekitar 2.000 pelajar, khususnya anak-anak TK, akan dilibatkan untuk memeriahkan Festival Botoi-Botoi, terutama pada kegiatan lomba mewarnai.
Sebagai informasi, Festival Botoi-Botoi merupakan agenda tahunan unggulan Dinas Pariwisata Kota Bengkulu yang terinspirasi dari lagu daerah populer “Yo Botoi-Botoi” (Tarik Pukek). Festival ini bertujuan untuk melestarikan budaya lokal, memberikan hiburan kepada masyarakat, serta memperkuat identitas budaya pesisir Kota Bengkulu.(Ynt)










