Ketahanan Pangan dari Balik Jeruji, Lapas Curup Optimalkan Lahan 2 Hektare
Balik jeruji bukan menjadi penghalang untuk berkarya. Lapas Kelas IIA Curup mengubah lahan kosong seluas dua hektare menjadi kawasan pertanian produktif yang dikelola warga binaan sebagai bagian dari pembinaan kemandirian sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.
REJANG LEBONG – Di tengah kondisi penghuni yang mengalami kelebihan kapasitas, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Curup terus mengoptimalkan program pembinaan kemandirian warga binaan melalui sektor pertanian. Program tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan nasional sekaligus implementasi 13 Program Akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Kepala Lapas Kelas IIA Curup, Untung, mengatakan pihaknya memanfaatkan lahan sekitar dua hektare untuk membina keterampilan warga binaan di bidang pertanian. Berbagai komoditas hortikultura seperti jagung, cabai, kacang panjang, dan sejumlah tanaman lainnya dibudidayakan di lahan tersebut.
“Hasil panen dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan di dalam lapas. Jika masih ada kelebihan produksi, hasilnya kami jual kepada masyarakat,” ujar Untung.
Untuk meningkatkan produktivitas pertanian, pihaknya berharap Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong dapat memberikan dukungan berupa alat dan mesin pertanian (alsintan).
<span;>”Kalau memang belum bisa dihibahkan, kami berharap alsintan tersebut setidaknya dapat dipinjamkan agar pengelolaan lahan lebih maksimal,” katanya.
Meski dihuni 663 warga binaan atau hampir tiga kali lipat dari kapasitas ideal sebanyak 250 orang, Untung memastikan kondisi Lapas Curup tetap aman, tertib, dan kondusif.
Sementara itu, Kepala Pengamanan Lapas (KPLP), Dudy, menegaskan pengawasan keamanan dilakukan secara ketat. Razia rutin digelar setiap pekan dengan memeriksa satu per satu warga binaan serta menggeledah seluruh blok hunian untuk mencegah masuknya barang-barang terlarang.
“Kami melakukan razia rutin untuk memastikan tidak ada narkoba, telepon genggam, senjata tajam, maupun barang terlarang lainnya di dalam lapas. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap seluruh pengunjung, mulai dari barang bawaan hingga pemeriksaan badan,” tegas Dudy.
Selain pembinaan pertanian, warga binaan juga memperoleh pendidikan nonformal melalui Program Paket A, B, dan C. Berbagai pelatihan keterampilan seperti pangkas rambut, pengolahan kopi, pertukangan, hingga budidaya ikan lele dan nila juga terus dikembangkan sebagai bekal mereka saat kembali ke masyarakat.
Penulis: Ynt
Editor: Admin












