Beranda Rejang Lebong KPw BI Bengkulu Bekali 70 Wartawan, Dorong Jurnalisme Ekonomi Akurat dan Berimbang
Rejang Lebong

KPw BI Bengkulu Bekali 70 Wartawan, Dorong Jurnalisme Ekonomi Akurat dan Berimbang

CURUP — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Bengkulu membekali sekitar 70 wartawan dengan pemahaman jurnalisme ekonomi. Pelatihan tersebut menekankan pentingnya akurasi data, objektivitas, keberimbangan, konteks, serta transparansi dalam menyajikan informasi ekonomi kepada masyarakat.

Pelatihan Wartawan KPw BI Provinsi Bengkulu digelar di salah satu hotel di Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Selasa (8/9/2026). Dalam kegiatan ini, BI menghadirkan wartawan ekonomi Angga Sukmawijaya dari kumparan sebagai narasumber secara daring.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, mengatakan wartawan memiliki posisi penting dalam menjembatani informasi ekonomi kepada masyarakat. Berbagai kebijakan, data, maupun perkembangan ekonomi perlu diterjemahkan ke dalam pemberitaan yang mudah dipahami tanpa menghilangkan konteks dan akurasinya.

Menurut Wahyu, pemberitaan ekonomi tidak cukup hanya menyampaikan angka dan fakta. Data harus ditempatkan dalam konteks agar masyarakat dapat memahami makna serta dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari.

“Selama ini sering kita dengar, kita yang menanam kopi, Lampung yang punya nama. Ternyata itu bukan ilusi. Insyaallah nama Bengkulu bisa kita bangun,” ujar Wahyu.

Dalam pelatihan tersebut, potensi kopi Bengkulu turut menjadi contoh isu ekonomi daerah yang perlu diberitakan secara utuh. Terlebih, ekspor perdana 19,2 ton kopi robusta Bengkulu ke Italia yang dilepas di Kabupaten Kepahiang pada Senin (7/9/2026), menjadi momentum penting bagi pengembangan komoditas unggulan daerah.

Wahyu mengatakan kopi Bengkulu memiliki peluang untuk menembus pasar global. Namun, peluang tersebut harus dibarengi dengan peningkatan kualitas, konsistensi produksi, ketertelusuran atau traceability, serta penguatan branding daerah.

Ekspor perdana ke Italia, lanjutnya, tidak boleh berhenti sebagai seremoni. Pengiriman tersebut harus menjadi pijakan untuk membangun reputasi kopi Bengkulu, memperluas pasar, sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi petani dan pelaku usaha.

“Harapannya nanti kopi Bengkulu bisa muncul di Starbucks, Korea, atau pasar kopi lainnya. Itu menunjukkan kualitas sekaligus pengakuan. Nama Bengkulu semakin dikenal, permintaan meningkat dan pada akhirnya nilai kopi kita juga naik,” katanya.

BI mendorong pengembangan kopi Bengkulu tidak hanya berorientasi pada peningkatan volume ekspor, tetapi juga diarahkan menuju pasar dengan nilai tambah lebih tinggi dan segmen premium.

Akurasi Data Jadi Kunci Jurnalisme Ekonomi

Sementara itu, Angga Sukmawijaya menilai jurnalisme ekonomi memiliki tantangan tersendiri karena pemberitaannya berkaitan dengan kepentingan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, pekerja hingga konsumen.

Ia menekankan pentingnya objektivitas dan keberimbangan dalam setiap pemberitaan. Wartawan tidak boleh hanya mengandalkan satu sudut pandang, tetapi perlu memberikan ruang yang proporsional kepada pihak-pihak terkait.

“Pertama, pasti harus objektif. Menunjukkan dari semua sisi, memberikan ruang kepada semua pihak,” ujarnya.

Selain keberimbangan, Angga menempatkan akurasi dan kejelasan data sebagai fondasi utama jurnalisme ekonomi. Kesalahan dalam membaca maupun menyajikan angka berpotensi memengaruhi persepsi masyarakat terhadap kondisi perekonomian.

“Challenge dari wartawan ekonomi itu adalah akurasi, akurasi dan kejelasan data,” katanya.

Karena itu, data mengenai pertumbuhan ekonomi, investasi, produksi, omzet maupun perdagangan harus diverifikasi sebelum disajikan kepada publik. Angka juga perlu disertai konteks agar masyarakat tidak hanya mengetahui besaran suatu data, tetapi memahami arti dan dampaknya.

Wartawan juga dituntut mampu menyederhanakan data ekonomi yang kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa mengurangi substansinya. Dengan cara tersebut, pemberitaan ekonomi tidak sekadar menjadi laporan angka, tetapi dapat menjadi informasi yang edukatif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Melalui kegiatan pelatihan ini, KPw BI Provinsi Bengkulu mendorong peningkatan kapasitas wartawan dalam memahami dan mengolah isu ekonomi daerah. Penguatan tersebut diharapkan menghasilkan pemberitaan mengenai kebijakan ekonomi, perdagangan, investasi, ekspor dan potensi komoditas Bengkulu yang lebih akurat, kritis, berimbang dan kontekstual.

Penulis: Ynt

Sebelumnya

Abu Vulkanik Ganggu Penerbangan, Ombudsman RI Soroti Kepastian Layanan Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta

Selanjutnya

Cegah Api Meluas, Polsek Seluma Timur dan Damkar Padamkan Kebakaran Lahan Pemda

admin
Penulis

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Detak Nusantara News
Alaku
Alaku