Menkomdigi: AI Berpotensi Dongkrak PDB Indonesia hingga 3,67 Persen
BENGKULU – Pemerintah terus mendorong percepatan transformasi digital sebagai strategi meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyebut adopsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) berpotensi menambah kontribusi hingga 3,67 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.
Hal tersebut disampaikan dalam forum The Power of AI di Bali, Sabtu (18/4/2026), sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing Indonesia di tengah perkembangan teknologi global. AI dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan efisiensi, produktivitas, serta menciptakan nilai tambah berbasis data di berbagai sektor.
Indonesia dinilai memiliki peluang besar dengan dukungan ekosistem digital yang terus berkembang dan pertumbuhan ekonomi digital yang signifikan. Posisi Indonesia yang masuk kategori kuat dalam transformasi digital publik turut memperkuat optimisme sebagai salah satu kekuatan ekonomi digital di Asia Tenggara.
Pemerintah juga menekankan pentingnya pemerataan adopsi AI, terutama pada sektor strategis seperti kesehatan, pertanian, dan manufaktur, yang dinilai memiliki dampak luas bagi masyarakat. Selain itu, penguatan tata kelola dan regulasi AI menjadi prioritas untuk memastikan pemanfaatan teknologi berjalan aman, etis, dan inklusif.
Melalui peta jalan nasional AI yang tengah disiapkan, pemerintah berkomitmen mendorong pemanfaatan teknologi secara merata, termasuk bagi pelaku UMKM, guna mempercepat transformasi digital dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di seluruh daerah.
Penulis: Ynt











