RSMY Bengkulu Gandeng RSCM, Tata Kelola Rumah Sakit Dibedah Total
BENGKULU- Rumah Sakit M. Yunus (RSMY) Bengkulu mulai membenahi sistem tata kelola dan pelayanan kesehatan dengan menggandeng Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM). Langkah tersebut ditandai melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tata Kelola Rumah Sakit yang digelar di Two K Azana Style Hotel Bengkulu, Kamis (21/5).
Kegiatan itu dihadiri jajaran manajemen rumah sakit, tenaga kesehatan, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Yasman, serta tim pendamping dari RSCM yang dipimpin Direktur Keuangan dan Barang Milik Negara, Ir. Tardi.
Direktur RSMY Bengkulu dr. Hery Kurniawan menegaskan, pembenahan tata kelola rumah sakit tidak bisa lagi ditunda. Menurutnya, berbagai persoalan pelayanan dan manajemen harus dibenahi secara menyeluruh agar kualitas layanan kesehatan kepada masyarakat meningkat.
“RSMY membutuhkan pendampingan dan contoh tata kelola yang baik. Kami percaya RSCM memiliki pengalaman dan sistem yang dapat menjadi acuan dalam memperbaiki pelayanan maupun manajemen rumah sakit,” kata Hery.
Ia menjelaskan, pembahasan dalam bimtek mencakup tata kelola keuangan dan klaim, pelayanan medis, farmasi, pengadaan, alur pasien, hingga sistem operasional rumah sakit. Seluruh aspek tersebut dinilai menjadi titik penting dalam memperkuat pelayanan publik di sektor kesehatan.
Menurutnya, tata kelola rumah sakit tidak hanya berkaitan dengan administrasi, tetapi juga menyangkut kecepatan, ketepatan, dan kualitas pelayanan terhadap pasien.
“Kami ingin kegiatan ini menghasilkan langkah konkret yang bisa langsung diterapkan, bukan sekadar rekomendasi di atas kertas,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menilai pembenahan tata kelola RSMY menjadi pekerjaan penting yang harus segera diselesaikan. Ia menyoroti masih adanya persoalan dalam pengelolaan keuangan, obat-obatan, Bahan Medis Habis Pakai (BMHP), hingga sistem pelayanan rujukan pasien.
Menurut Herwan, seluruh persoalan tersebut harus dikaji secara mendalam agar akar masalah dapat ditemukan dan diselesaikan secara tepat.
“Perubahan tata kelola rumah sakit harus menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat. Jangan berhenti pada saran atau rekomendasi semata,” tegasnya.
Herwan kemudian secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis Tata Kelola RSMY Bengkulu dan berharap pembenahan sistem manajemen rumah sakit mampu mendorong peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Provinsi Bengkulu.
Penulis: Ynt
Editor: Admin












